Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

Kata-kata yang di Curi Sibunian

aku lupa daratan sejengkal
kularikan diriku sekencang-kencangnya
tapi masih dikordinat yg sama
ada angin yang seketika menelusup ketelinga
perih, sakit menjalar keseluruh tubuh
menimbun setiap kata yang tumbuh
mencatat saat suara berkeliaran
mulutku tak mampu mengeluarkan suara
lalu kugenggam erat katakata itu dengan cepat
ia melompat dari tanganku
mulutku terkunci

Rabu, 19 Mei 2010

Tuhan, Ah Dia Lagi

Tuhan, aku melihat dia lagi didepan cermin!!!

2010

Kamis, 21 Januari 2010

Ilusi

bayangan yang tiba-tiba datang
merayap hinggap
menyerbu bagai tentara perang
membantai dengan pedang yang ia bawa
" lihat!! matiiiiii...ha ha ha," ia terbahak-bahak
kemudian ia hilang seketika
lenyap

Minggu, 02 Agustus 2009

puisi

JEJAK

aku tak memiliki cahaya seperti kunang-kunang
aku hidup dalam lingkaran kosmik yang tajam
aku pernah menghirup udara itu
seketika ragaku melepuh
dalam samar rongga-rongga labirin tanah
lepas...
meruyak...
luruh...
aku tak bisa berkata-kata lagi
dan kamu tak perlu bilang apa-apa juga
karena kita sama-sama tersesat di jagat yang sama...

Selasa, 23 September 2008

bumi

BUMI

Bumi,

Izinkan aku lebih dekat lagi denganmu

Menyentuhmu dan memelukmu

Agar kubisa merasakan deritamu

Yang menggema diberbagai penjuru mata angin

Bumi,

Izinkan aku lebih dekat lagi denganmu

Merasakan dan meresapimu

Agar aku bisa mendengar rintihanmu

Yang memecah tebing – tebing pantai

Bumi,

Izinkan aku lebih dekat lagi dengan mu

Merasakan kesat dan kelam mu

Agar aku bisa memahami

Dan mengerti perasaanmu

Padang, 19/07/2008

Musim



MUSIM

Waktu…

Biarkan menjamah segala kesah

Seperti air yang membelai kekeringan

Mengharap pada salju tak kan pupus segala kesah

Hanya menambah kebekuan pada kerangka jiwa

waspadalah pada daun-daun yang dihempaskan angin muson

Biarkan musim ini menyuguhkan sarapan untukmu

Kenyang kan membuatmu bisa jalan dengan kuat

Menembus cahaya siang dan pekatnya malam

padang Juli 2008

Senin, 16 Juni 2008

Kemana kucari diriku


Kemana Ku Cari Diriku

Aku mencoba mencari diriku yang hilang

Di antara tumpukan piring

Tumpukan barang – barang rongsokan

Tumpukan keranjang sampah

Dan tumpukan benda – benda yang malas di lihat orang

Mungkin saja tertonggok di sana

Tapi…tetap saja nihil

Radar jiwaku mencoba bergerak

Ke tempat yang terasa asing bagiku

Kucoba untuk menyatu dalam kedipan

Yang tiba – tiba muncul

Jiwa ku terhanyut….

Aku terlepas ke bait itu

Dalam perjalanan ku temukan barang aneh

Dan aku tak mengenalnya

(yang pasti bukan serpihan Adam Air yang hilang)

Ku cermati lekat – lekat

Tiba – tiba saja ia tak sengaja terlepas olehku

Ia melantun –lantun dengan cepat

Ku tak punya kekuatan untuk mengejarnya

Sudahlah…

Padang, 10/06/2008